Teknik Fisika (Inggris: engineering physics)
adalah ilmu teknik atau rekayasa yang mempelajari berbagai bidang
aplikasi ilmu dasar, ilmu terapan dan pemanfaatan teknologi. Insinyur
teknik fisika diharapkan memiliki basis matematika, fisika, kimia
yang kuat serta ilmu perekayasaan yang menonjol karena bidang
pekerjaannya yang cakupannya sangat luas dimulai dari industri hulu
hingga hilir.
Nama asli Teknik
Fisika sebenarnya adalah Fisika Teknik (Engineering Physics bukan
Physics Engineering). Jurusan ini dibawa para dosen Belanda yang dulu
mengajar di ITB.Diubah menjadi Teknik Fisika karena dulu di ITB ada
tuntutan agar semua Teknik menyeragamkan namanya dengan nama Teknik ada
didepan. Tapi bagaimanapun, internal Teknik Fisika tetap pada pendirian.
anak Teknik Fisika sering disebut FT (di ITB) dan Fistek (di UGM).
Keduanya singkatan dari Fisika Teknik.
Secara kurikulum, Fisika Teknik berperan menjadi jembatan bagi ilmu
science (MIPA) dan ilmu Teknik. Teknik-teknik mapan meskipun selalu
menyesuaikan diri, namun tetap tidak mampu mengcover setiap perkembangan
yang ada. Disini Fisika Teknik bertugas mengcover ilmu-ilmu baru yang
tidak mampu ditangani teknik-teknik mapan. Akhirnya di Indonesia mulai
muncul keilmuan nanomaterial (FT ITB), Fotonika (Teknik Fisika ITS) dan
Energi Terbarukan (Fistek UGM). Di Fisika Teknik, dalam 4 semester
pertama akan dipelajari semua bidang teknik dan dasar matematika serta
fisika yang sangat kuat. Dari Arsitek, Elektro, Komputer, Mesin, Kimia,
kecuali Geologi. Apakah ini membuat mhs Fisika Teknik kurang expert??
Tentu saja tidak. Dengan mempelajari semuanya, mahasiswa dituntun untuk
melihat potensi dan minat sebenarnya. Kemudian, baru ia memilih mana
yang akan ia tekuni dalam 4 semester terakhir. Ada beberapa peminatan
dalam dunia Teknik Fisika
Teknik Fisika atau Engineering Physics adalah disiplin ilmu
yang tumbuh seiring dengan dan sebagai tanggapan terhadap perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia. Sejarah menunjukkan bahwa
program pendidikan Teknik Fisika di seluruh dunia, khususnya di Amerika
Serikat, Eropa dan Kanada, berkembang dimulai sejak tahun 1940-an
setelah perguruan tinggi menyadari perlunya mendidik satu jenis
pendidikan keinsinyuran yang mempunyai dasar yang kuat dan cukup luas
terdiri dari ilmu-ilmu fisika dan matematika, serta dasar-dasar
engineering sesuai dengan perkembangan terakhir. Disiplin baru ini
diharapkan dapat menjembatani, mendekatkan dan turut serta dalam
berbagai kegiatan riset ilmu-ilmu terapan yang mendukung pengembangan
perekayasaan dan teknologi (engineering and technology).
Pada saat ini, para lulusan disiplin-disiplin perekayasaan dan
teknologi yang dikelola sesuai dengan pembagian disiplin ilmu-ilmu
teknik secara tradisional umumnya menghasilkan lulusan dengan keahlian
spesifik dan terspesialisasi. Hubungan antar disiplin perekayasaan dan
teknologi tersebut dengan ilmu-ilmu dasar murni dan ilmu dasar terapan
belum terjembatani. Adanya engineer yang dibekali dengan basis
matematika dan fisika yang kuat dan cukup lebar dapat meningkatkan
efisiensi dalam pelaksanaan R&D dan pemanfaatannya secara cepat di
sektor-sektor industri dan dunia usaha. Program studi Teknik Fisika
dengan demikian dapat memasuki seluruh tahap proses hulu ke hilir dalam
aplikasi ilmu-ilmu dasar, ilmu-ilmu terapan hingga di sektor hilir pada
pengembangan engineering dan pemanfaatan teknologi. Oleh karena fungsi,
visi dan misinya, profesi Teknik Fisika sering disebut sebagai frontier engineering, dan mampu bergerak pada garis batas pengembangan teknologi baru yang memanfaatkan ilmu-ilmu dasar, matematika dan fisika.
Disamping itu, perkembangan yang cepat dari teknologi mutakhir (advanced technologies)
memerlukan insinyur-insinyur yang mempunyai kemampuan antar-disiplin
dan mampu dengan cepat mengasimilasikan dirinya untuk memanfaatkan
kemajuan-kemajuan terakhir dari ilmu pasti dan alam. Seorang mahasiswa
Teknik Fisika akan mendapatkan bekal yang cukup ilmu-ilmu dasar (kimia,
fisika dan matematika) serta ilmu-ilmu keteknikan dari berbagai cabang
(teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia, teknik material). Integrasi
dari ilmu-ilmu pengetahuan ini sangat diperlukan untuk pengembangan
teknologi tinggi, baik yang berlangsung saat ini maupun yang akan
terjadi pada masa yang akan datang.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pendidikan Teknik Fisika pada
strata pertama (S1) ditekankan pada penguasaan ilmu dasar sains dan
engineering yang kokoh, sehingga lulusannya dapat berperan sebagai
katalisator atau integrator/ koordinator/ fasilitator/ project leader
dimana usaha-usaha yang bersifat multidisiplin dalam industri, penelitan
dan pengembangan (R&D / research and development) dan
kegiatan-kegiatan lainnya. Pada strata yang lebih tinggi (S2), program
pendidikan diarahkan untuk memberikan bekal pada penguasaan ilmu-ilmu
baru dan penerapannya dalam berbagai bidang kajian dan industri.
Bidang-bidang kajian yang kini menjadi pilihan antara lain Computational Materials Science & Engineering, Optics and
Fiber Optics, Laser Communication, Instrumentation and Computation
Systems, Medical Instrumentations and Biophysics, Control System and
Engineering, dan Built-in Environment, Vibration and Acoustics.
Bidang Ilmu Dasar
- Fisika
- Kimia
- Konsep Teknologi
- Matematika
- Humaniora
- Matematika Rekayasa
- Fenomena Gelombang
- Termodinamika
- Elektronika
- Medan Elektromagnetik
- Metode Pengukuran
- Fenomena Transport
- Sistem Logika Digital
- Kontrol Otomatik
- Fisika Material
- Teknologi Sensor
- Instrumentasi dan Pengukuran Industri
- Analitik
- Akustik
- Optik
- Kontrol Modern
- Sistem Kontrol Cerdas
- Teknik Pencahayaan
- Teknologi Proses Material
- Manajemen & Ekonomi Kerekayasaan
Dimana Saja Program Studi Teknik Fisika Berada?
- Institut Teknologi Bandung (ITB) - 65 Tahun
- Universitas Gadjah Mada (UGM) - 15 Tahun
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) - 50 Tahun
- Universitas Nasional (UNAS) - 25 Tahun
- ITT Telkom - 5 Tahun
Sumber :
• Lounge Teknik Fisika Kaskus
• Wikipedia
Tidak ada komentar: